UTS KURIKULUM PEMBELAJARAN
NAMA : RAHMI MULYANI
NIM : 201230003
KELAS : 3A PENDIDIKAN GEOGRAFI
a. Kurikulum harus diganti atas dasar faktor-faktor apa ?
Jawab :
- Pengaruh sosio politik global
Perubahan kurikulum pertama yang terjadi karena faktor sosio politik global terjadi pada tahun 1947 untuk menghapus pengaruh pendidikan Belanda. Kurikulum baru ketika itu bertujuan mereformasi sistem pendidikan dari pengaruh pendidikan Belanda pasca kemerdekaan Indonesia dan menitikberatkan pada pendidikan karakter, kesadaran bernegara, dan sistem kesadaran masyarakat. Indonesia mengubah kurikulum kedua pada tahun 1968 untuk mengenalkan bahasa Inggris sebagai bahasa asing pertama dalam kurikulum Indonesia. Menurut penelitian tahun 2014 dan 2019, kurikulum ini bertujuan memperkuat akhlak, mental, dan keimanan pelajar Indonesia, serta meningkatkan kecerdasan, dan keterampilan.
- Penguatan ideologi negara
Faktor penguatan ideologi negara dalam perubahan kurikulum, salah satunya terjadi pada penambahan mata pelajaran agama di kurikulum 1952. Sebuah artikel jurnal yang terbit tahun 2016 menyebutkan bahwa kurikulum 1952, yang juga dikenal dengan sebutan Rencana Pembelajaran Terurai, adalah revisi dari kurikulum 1947.
Dua penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2017 dan tahun 2020, menyebutkan bahwa penambahan pelajaran agama sebagai mata pelajaran wajib di kurikulum ini mencerminkan pentingnya pendidikan agama dalam membentuk perkembangan moral dan spiritual peserta didik sebagai bagian dari ideologi negara. Kurikulum ini kembali diubah pada tahun 1964 untuk mengembangkan nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme.
- Kebijakan dan arah pembangunan pemerintah
Pengaruh faktor ini sudah terlihat sejak kurikulum pertama tahun 1947 dalam upaya pemerintah untuk menghapus pengaruh pendidikan Belanda.
Selain itu, kebijakan desentralisasi atau penyerahan wewenang pemerintahan kepada daerah otonom di era reformasi juga mempengaruhi kurikulum 2004 dan 2006. Kedua kurikulum ini mulai memberikan otonomi lebih kepada sekolah dan universitas untuk menyusun kurikulum operasional sesuai semangat desentralisasi.
- Dinamika di masyarakat
Perubahan kurikulum juga merespons ketidakpuasan masyarakat atas sistem pendidikan dan hasil pendidikan. Kurikulum 2013, misalnya, merupakan reaksi atas kritikan masyarakat karena rendahnya hasil belajar siswa.
Selain kurikulum 2013, kurikulum merdeka juga lahir karena alasan serupa yaitu siswa dianggap terlalu dibebani dengan aspek kognitif dan kemampuan siswa Indonesia yang tidak menggembirakan, terutama kaitannya dengan skor PISA.
b. belajar dan pembelajaran
- Belajar adalah suatu proses atau upaya yang dilakukan setiap individu untuk mendapatkan perubahan tingkah laku, baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai positif sebagai suatu pengalaman dari berbagai materi yang telah dipelajari.
- Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada siswa. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu siswa agar dapat belajar dengan baik.
2. Uraikan Definisi, fungsi dan komponen kurikulum !
Jawab :
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
- Fungsi Kurikulum :Fungsi kurikulum untuk siswa adalah sebagian acuan belajar. Dengan adanya kurikulum, siswa mengetahui materi apa saja yang harus dipelajari dan juga dipahami. Sehingga siswa dapat mempersiapkan ujian dengan lebih baik.
- Fungsi kurikulum untuk guru adalah sebagai pedoman pengajaran pada siswa. Kurikulum memberikan patokan yang jelas tentang proses pengajaran juga materi yang harus diberikan pada anak didik.
- Fungsi kurikulum untuk kepala sekolah sebagai pemimpin penyelenggaraan pendidikan di sekolah adalah sebagai pedoman pengelolaan sistem pendidikan. Kurikulum juga berfungsi sebagai patokan pengawasan kepala sekolah juga indikator keberhasilan pembelajaran.
- Fungsi kurikulum bagi masyarakat terutama orang tua siswa adalah sebagai pedoman dalam pengawasan siswa. Pemahaman orang tua terhadap kurikulum, dapat menentukan pola didik dan tercapainya keberhasilan kurikulum pendidikan sekolah pada seorang anak.
- Tujuan
Pada komponen kurikulum bagian tujuan berhubungan dengan hasil yang diharapkan, sehingga fokus utama dari pembelajarannya adalah untuk mencapai ekspektasi tersebut. Dalam menerapkan komponen ini, tentu saja didukung oleh Undang-Undang (UU) No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam komponen tujuan ini dibagi lagi dalam tiga tingkatan, yakni tujuan pendidikan nasional yang membentuk organisasi pendidikan yang sifatnya otonom untuk melaksanakan inovasi hingga menghasilkan SDM yang tangguh.Lalu, ada tujuan institusional yang tujuannya diberikan kepada siswa agar dapat menempuh dan penyelesaian studinya di lembaga pendidikan tertentu. Selanjutnya adda tujuan kurikuler yang merupakan penilian yang harrus dimiliiki peserta didik terhadap mata pelajaran tertentu.Intinya setiap peserta didik haruss mampu mengusai mata pelajaran yang diajarkan di lembaga pendidikan tersebut.Terakhir ada tujuan khusus yang lebih jelas komponen nya mulai dari guru mempersiapkan materi pelajaran, kemudian menjelaskan, dan menilai secara keseluruhan baik dari kemampuan intelektual, sikap, dan keterampilan peserta didik.
- Materi Pembelajaran
Semua materi isi kurikulum disusun berdasarkan topik-topik yang sudah ditentukan, mulai dari isi materi yang relevan atau menggambarkan pengetahuan terbaru. Selain itu, isi materinya berkaitan erat dengan kenyataan sosial supaya peserta didik lebih cepat paham. Materi harus seimbang dan disesuaikan dengan kemampuan dan pengalaman siswa. Selain itu materi harus sesuai kebutuhan dan minat peserta didik. Sebagai pengajar, tentu Anda tidak ingin jika siswa tidak mampu menangkap semua materi pelajaran karena isinya yang susah dimengerti. Maka dari itu ketika menyusun isi materi Anda harus berpegang pada pedoman yang sudah dibuat.
- Metode, Strategi dan Model Pembelajaran
Komponen strategi berhubungan dengan implementasi atau penerapan dari kurikulum. Bisa dikatakan bahwa komponen satu ini sangat penting dalam melakukan perencanaan kegiatan dan pembelajaran. Adapun strategi yang digunakan dalam pembelajaran yakni strategi ekspositori, strategi discovery, strategi grup, dan strategi individual.
- Evaluasi
Komponen evaluasi digunakan untuk melihat nilai dan seberapa efektif pencapaian yang sudah didapatkan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Hasil evaluasi ini bisa jadi bahan pertimbangan apakah kurikulum tersebut perlu dipertahankan atau tidak. Dengan evaluasi, akan diperoleh informasi akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran, keberhasilan siswa, guru dan proses pembelajaran. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari proses pengembangan kurikulum-kurikulum.
3. Mengapa kurikulum diperlukan dalam sebuah proses pendidikan dan pembelajaran ?
Jawab :
Peranan kurikulum dalam pendidikan sangatlah penting untuk pendidik, karena tanpa adanya kurikulum dalam pendidikan, maka sistem pendidikannya tidak akan berjalan dengan baik atau tidak beraturan. Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan pendidikan.
4. Teori-teori psikologi dalam proses pendidikan dan pembelajaran sangat penting diketahui oleh seorang guru, uraikan apa yang anda ketahui tentang teori-teori berikut ini :
- Ilmu Jiwa Daya
Teori psikologi belajar ilmu daya menyatakan bahwa belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia, seperti daya mengamat, menanggap, mengingat, dan mengkhayal. Teori ini juga menyatakan bahwa setiap orang memiliki daya-daya tersebut, tetapi kekuatannya berbeda. Agar daya-daya tersebut berkembang, maka perlu dilatih dan didisiplinkan sehingga dapat berfungsi secara maksimal. Dalam teori psikologi belajar ilmu daya, tugas pendidikan adalah menimbulkan daya-daya tersebut dengan memperoleh pengetahuan. Semakin sulit pengetahuan yang diperoleh, semakin baik untuk melatih daya.
- Ilmu Jiwa Asosiasi
Teori ini mengatakan bahwa peristiwa belajar terjadi karena adanya kombinasi antara rangsangan yang disandingkan dan gerakan yang akan cenderung diikuti oleh gerakan sama untuk waktu berikutnya. Dengan kata lain, teori ini menyatakan bahwa belajar adalah kedekatan hubungan antara stimulus dan respons yang relevan. Hubungan stimulus-respons cenderung sementara, sehingga belajar memerlukan stimulus sering mungkin (terus menerus) agar hubungan stimulus-respon terjalin permanen.
- Ilmu Jiwa Naturalisme Romantik
Setiap siswa butuh penghargaan : need for achievement guru harus memberi penghargaan kepada siswa.
5. Buatlah bagan/chart yang memperlihatkan khierakhi tentang tujuan pendidikan dari tingkat yang paling luas (Nasional) sampai tingkat paling kecil (kelas) dan berikan penjelasan pada bagan tersebut !
Jawab :
- Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
- Tujuan institusional merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh setiap sekolah atau lembaga pendidikan. Tujuan institusional ini merupakan penjabaran dari tujuan pendidikan sesuai dengan jenis dan sifat sekolah atau lembaga pendidikan. Oleh karena itu, setiap sekolah atau lembaga pendidikan memiliki tujuan institusionalnya sendiri – sendiri. Tidak seperti tujuan pendidikan nasional, tujuan institusional lebih bersifat kongkrit. Tujuan institusional ini dapat dilihat dalam kurikulum setiap lembaga pendidikan.
- Tujuan kulikuler adalah tujuan yang ingin dicapai oleh setiap bidang studi. Tujuan ini dapat dilihat dari GBPP (Garis – garis Besar Program Pembelajaran) setiap bidang studi. Tujuan kulikuler merupakan penjabaran dari tujuan institusional sehingga kumulasi dari setiap tujuan kulikuler ini akan menggambarkan tujuan istitusional. Artinya, semua tujuan kulikuler yang ada pada suatu lembaga pendidikan diarahkan untuk mencapai tujuan institusional yang bersangkutan.
- Tujuan instruksional adalah tujuan yang ingin dicapai dari setiap kegiatan instruksional atau pembelajaran. Tujuan ini seringkali dibedakan menjadi dua bagian, yaitu :
- Tujuan Instruksional (tujuan pembelajaran) Umum :
- Tujuan instruksional umum adalah tujuan pembelajaran yang sifatnya masih umum dan belum dapat menggambarkan tingkah laku yang lebih spesifik. Tujuan instruksional umum ini dapat dilihat dari tujuan setiap pokok bahasan suatu bidang studi yang ada di dalam GBPP.
- Tujuan Instruksional (tujuan pembelajaran) Khusus : Tujuan instruksional khusus merupakan penjabaran dari tujuan instruksional umum. Tujuan ini dirumuskan oleh guru dengan maksud agar tujuan instruksional umum tersebut dapat lebih dispesifikasikan dan mudah diukur tingkat ketercapaiannya.
6. Apa yang anda ketahui tentang Taksonomi Bloom, uraikan dengan sistematis !
Jawab :
Taksonomi Bloom adalah suatu sistem pengelompokan perilaku belajar peserta didik yang terukur dan dapat diamati, yang bertujuan untuk membantu perencanaan dan penilaian hasil belajar.
Taksonomi ini dapat diklasifikasikan ke dalam tiga ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor :
- Cognitive Domain (Ranah Kognitif), yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.
- Affective Domain (Ranah Afektif) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.
- Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti menulis dengan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin.

Komentar
Posting Komentar